Directory Linux

September 10, 2006

Mungkin kita sudah mengenal linux tapi belom mengetahui fungsi masing-masing directory nya disini saya akan berbagi sedikit ilmu yang saya punya. Dan saya mohon maaf kalo ada kesalahan dalam penulisan atau mengenai fungsi masing-masing direktori linux.

Direktori root Linux memiliki beberapa direktori yang merupakan standar direktori pada banyak distro Linux. Direktori-direktori tersebut antara lain:

bin
Berisi file-file binary standar yang dapat digunakan oleh seluruh user baik user biasa maupun super user

boot
Berisi file-file yang digunakan untuk booting Linux termasuk kernel image

dev
Berisi file system khusus yang merupakan refleksi device hardware yang dikenali dan digunakan sistem

etc
Berisi file-file konfigurasi sistem, biasanya hanya boleh diakses oleh super user

home
Berisi direktori-direktori yang merupakan direktori home untuk user biasa dan aplikasi tertentu

lib
Berisi file-file library yang digunakan untuk mendukung kerja kernel Linux

mnt
Direktori khusus yang disediakan untuk mounting (mengaitkan) device disk storage ke sistem dalam bentuk direktori

proc
Berisi file system khusus yang menunjukkan data-data kernel setiap saat

root
Direktori home untuk user root (user khusus dengan priviledges hampir tak terbatas)

sbin
Sama seperti direktori bin, tetapi hanya root yang dapat menggunakan binary-binary tersebut

tmp
Berisi file-file sementara yang dibutuhkan sebuah aplikasi yang sedang berjalan

usr
Berisi library, binary, dokumentasi dan file lainnya hasil instalasi user.

var
Berisi file-file log, mailbox dan data-data aplikasi.
contact person madi@hackermail.com
by : madi

sumber : http://www.konsultanlinux.com/article.php?story=20031019210939419

Mengatur Hak Akses di Linux

September 7, 2006

Hak Akses dalam Linux
Sebelum melangkah lebih jauh mengenai penggunaan perintah diatas, sebelumnya perlu dijelaskan terlebih dahulu mengenai hak akses di dalam Linux.

Setiap file dan direktori yang ada dalam sistem linux memiliki tiga buah hak akses, satu untuk user itu sendiri, kemudian untuk user dalam grup yang sama dengan pemilik file dan yang terakhir untuk user lainnya.

Anda dapat melihat hak akses sebuah file dengan menggunakan perintah ls l, perhatikan contoh dibawah ini:

-rw-rw-r--    1 postgres postgres    41527 Jul 12  2001 summary.pdf
drwxrwxr-x    2 postgres postgres     4096 Sep 20  2002 Suse
-rw-r--r--    1 root     root         4935 Aug 23  2001 T123456.log
-rw-r--r--    1 postgres postgres    13335 Apr 10 17:04 tchart2.java

Karakter pertama menunjukkan jenisnya, jika berisi karakter d, berarti itu adalah direktori sedangkan jika kosong berarti file. Sembilan karakter berikutnya menunjukkan hak aksesnya, dengan tiga karakter pertama menunjukkan hak akses untuk user tersebut, tiga karakter berikutnya menunjukkan hak akses untuk grup nya dan tiga karakter terakhir menunjukkan hak akses untuk user lain.

Masing-masing arti karakter tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Karakter Arti Nilai
r (read) Hak akses untuk membaca 4
w (write) Hak akses untuk menulis 2
x (exec) Hak akses untuk menjalankan 1

Dengan mengkombinasikan nilai pada masing-masing hak akses tersebut, akan didapatkan hak akses masing-masing, perhatikan tabel berikut:

Hak Akses Nilai Arti
0 Tidak memiliki hak akses (tidak dapat di akses)
r– 4 Dapat dibaca dan ditulis (diedit)
rw- 6 Dapat dibaca dan ditulis (diedit)
rwx 7 Dapat dibaca, ditulis dan dieksekusi (dijalankan)
r-x 5 Dapat dibaca dan dijalankan, tetapi tidak dapat diedit
–x 1 Hanya dapat dijalankan

Berikut contoh penerapannya:

Hak Akses Nilai Arti
-rw——- 600 Pemilik memiliki hak akses baca dan tulis, sedangkan orang lain tidak memiliki hak akses apapun. Set dengan hak akses ini supaya file anda tidak dapat dibaca orang lain, biasanya digunakan untuk file-file dokumen
-rw-r–r– 644 Pemilik memiliki hak akses baca dan tulis sedangkan orang lain hanya dapat membaca saja. Gunakan hak akses ini jika anda ingin orang lain dapat membaca file anda
-rw-rw-rw- 666 Dengan hak akses ini, orang lain juga akan dapat membaca dan merubah file anda
-rwx—— 700 Pemilik dapat membaca, menulis dan menjalankan file ini, hak akses ini yang biasanya digunakan untuk menjalankan program
-rwxr-xr-x 755 Pemilik memiliki hak akses baca, tulis dan menjalankan file ini, sedangkan orang lain hanya dapat membaca dan menjalankan file tersebut
drwx—— 700 Hanya pemilik yang dapat mengakses, membaca dan menulis pada direktori tersebut. Setiap direktori harus memiliki hak akses x untuk dapat diakses
drwxr-xr-x 755 Isi direktori ini hanya dapat dirubah oleh pemilik, tetapi orang lain dapat membaca isi direktori tersebut

Menggunakan Perintah chmod
Untuk menggunakan chmod, perintahnya adalah:

# chmod hakakses namafile

misalnya:

# chmod 644 coba.txt

perintah tersebut akan mengubah hak akses file coba.txt menjadi seperti berikut:

-rw-r--r--    1 postgres postgres    41527 Jul 12  2001 coba.txt

Untuk mengganti hak akses sebuah direktori beserta dengan isinya, gunakan parameter R, dengan parameter tersebut, chmod akan dijalankan secara rekursif, misalnya seluruh file yang ada pada direktori /home/user/public_html akan dirubah hak aksesnya menjadi 755, maka perintahnya adalah sebagai berikut:

# chmod R 755 /home/user/public_html

Menggunakan Perintah chown
Perintah chown digunakan untuk mengganti pemilik sebuah file, perintah ini hanya dapat digunakan oleh user root. Perintah ini hanya dapat digunakan oleh user root. Perintahnya adalah sebagai berikut:

# chown namauser.namagrup namafile

misalnya:

# chown user.user coba.txt

perintah chown juga dapat digunakan dengan menggunakan parameter R, contohnya adalah sebagai berikut:

# chown R apache.apache /var/www/html

Perintah chattr
Seringkali secara tidak sengaja kita menghapus atau mengedit sebuah file penting, di dalam Linux tidak ada fasilitas undelete, jadi file yang telah terhapus tidak dapat dikembalikan lagi.

Perintah (program) chattr digunakan untuk melindungi sebuah file sehingga tidak akan dapat dihapus ataupun dirubah dengan perintah apapun. Perintah chattr memberikan atribut i pada file yang dilindungi, perintahnya:

# chattr +i namafile

misal:

# chattr +i penting.txt

setelah perintah tersebut dijalankan, gunakan perintah ls l untuk melihat hasilnya:

jika suatu ketika file ini akan diedit atau dihapus, terlebih dahulu atribut diatas harus dilepas, untuk melepasnya gunakan perintah berikut:

# chattr i namafile

Akhir kata penulis mengucapkan selamat mencoba, semoga tulisan ini berguna bagi para pembaca sekalian.

source http://www.konsultanlinux.com/article.php?story=20030806090646319

commands part 1

September 6, 2006

# du

perintah diatas akan menampilkan daftar direktori yang ada di dalam direktori tempat dimana perintah itu dijalankan beserta dengan ukurannya masing-masing dalam kilobyte, tampilannya

# du /home/samuel

perintah diatas akan menampilkan ukuran direktori /home/samuel

# du -h

perintah diatas akan menghasilkan tampilan yang lebih mudah untuk dibaca, parameter -h diartikan sebagai ‘human readable format’. Ukuran file yang ditampilkan akan diakhiri oleh ‘k’ untuk kilobyte, ‘M’ untuk megabyte dan ‘G’ untuk gigabyte.

# du -ah

perintah tersebut akan menampilkan tidak hanya ukura file, tetapi juga beserta daftar nama file yang ada

# du -ch

perintah diatas akan menambahkan status baris grand total pada akhir perhitungannya, jadi jika total direktori berukuran 50M, maka tampilan totalnya sebagai berikut:

8.0M
8.0M total

perintah tersebut akan berguna jika dikombinasikan dengan perintah grep, sehingga perintahnya menjadi sebagai berikut:

# du -ch | grep total

Mengenai pipe (|) dan perintah grep akan dibahas pada artikel selanjutnya.

# du -s

perintah diatas akan menampilkan summary dari ukuran direktori tersebut, cara termudah untuk mengetahui ukuran total dari suatu direktori.

# du -S

perintah diatas hanya akan menampilkan ukuran dari direktori yang aktif, tidak termasuk sub direktori yang ada di dalamnya. Perhatikan bahwa parameter tersebut menggunakan huruf S besar. Pada Linux, huruf s kecil dan S besar merupakan dua karakter yang berbeda.

# du –exclude=txt

perintah diatas akan menghitung ukuran direktori tersebut tetapi tidak termasuk file yang mengandung nama seperti yang disebutkan dalam parameter exclude tersebut.

Perintah berikutnya adalah ‘df’ yang digunakan untuk menampilkan sisa ruang penyimpanan yang ada di dalam komputer kita berdasarkan partisi yang ada, cara penggunaannya adalah sebagai berikut:

# df

perintah diatas akan menampilkan hasil sebagai berikut:

Filesystem 1k-blocks Used Available Use% Mounted on
/dev/hda6 9653676 7694208 1469088 84% /
/dev/hda1 54416 1348 50259 3% /boot
/dev/hdb1 2217448 1114444 990364 53% /home/linux

kolom ‘Size’ menunjukkan ukuran tempat penyimpanan, ‘Used’ menunjukkan jumlah yang sudah digunakan, ‘Avail’ menunjukkan sisa ruang yang masih tersisa dan ‘Use%’ menunjukkan persentase ruang yang sudah digunakan.

# df -h

akan menampilkan hasil yang sama seperti perintah sebelumnya, bedanya parameter -h akan membuatnya lebih mudah dibaca karena ukuran file yang ditampilkan akan ditambah dengan ‘k’ untuk kilobyte, ‘M’ untuk megabyte dan ‘G’ untuk gigabyte.

Penggunaan perintah ‘df’ juga dapat dikombinasikan dengan perintah grep, sebagai contoh:

# df -h | grep /dev/hda3 | cut -c 41-43

dalam komputer penulis, perintah diatas menampilkan hasil:

84%

perintah ‘df -h’ akan menampilkan seluruh partisi yang ada kemudian oleh perintah ‘grep’ hanya akan diambil baris yang mengandung kata-kata /dev/hda1 dan oleh perintah ‘cut’ akan diambil kolom ke 41 sampai 43 saja dimana terdapat tulisan ‘84%’.

Sebenarnya masih banyak parameter-parameter lain yang dapat digunakan untuk perintah ‘du’ dan ‘df’. Parameter selengkapnya dapat dilihat pada man page, untuk menampilkannya gunakan perintah:

# man

misalnya:

# man df

untuk keluar dari man page, tekan huruf q.

source : http://www.konsultanlinux.com/users.php?mode=profile&uid=4