Menggunakan RPM
September 12, 2006
RPM adalah singkatan dari Red Hat Package Manager, sebuah software yang digunakan dalam distribusi Red Hat dan distribusi lain yang merupakan turunan dari Red Hat untuk mengatur paket-paket program yang diinstal. RPM memudahkan dalam menginstal, menghapus maupun mengupgrade paket-paket yang ada dalam sebuah sistem.
Sebuah program yang dijalankan dalam sistem Linux seringkali terdiri dari ratusan file yang harus ditempatkan pada lokasi tertentu, dengan RPM, pekerjaan instalasi, upgrade dan menghapus program tersebut akan menjadi jauh lebih mudah. File-file program, dokumentasi, keterangan mengenai program, dimana file-file program itu nantinya akan diletakkan pada waktu instalasi, berapa ruang hard disk yang diperlukan, paket-paket RPM lain yang dibutuhkan supaya paket tersebut dapat berjalan dan seterusnya dijadikan satu dalam sebuah paket RPM. Ketika sebuah paket RPM diinstal, secara otomatis RPM akan memeriksa apakah sistem tersebut sudah memenuhi syarat untuk program yang akan diinstal dapat berjalan dengan baik, kemudian menjalankan script sebelum dan sesudah program diinstal supaya program tersebut dapat berjalan.
RPM juga memiliki sebuah database yang berisi catatan mengenai file-file dan paket-paket yang sudah terinstal dalam sistem sehingga dapat dengan mudah diketahui paket mana yang sudah terinstal, sebuah file termasuk dalam paket yang mana dan seterusnya. Hal-hal tersebut sangat memudahkan user dalam mengatur program-program dalam sebuah sistem. Penamaan paket RPM memiliki standar tersendiri sebagai berikut:
(nama)-(versi)-(build).(platform).rpm
misalnya:
ymessenger-0.99-11.i386.rpm
dimana 0.99 adalah versi dari paket tersebut dan 11 adalah versi build nya, i386 berarti paket tersebut adalah versi untuk mesin intel 386 keatas.
Menggunakan RPM
RPM dapat diakses dengan menggunakan baris perintah ataupun dengan menggunakan interface grafik dengan program tambahan seperti kpackage, gnorpm, glint.
Keuntungan menggunakan baris perintah adalah tidak terikat pada desktop environment yang ada, dapat digunakan pada komputer yang tidak memiliki Xwindows dan dapat menggunakan wildcard untuk menginstal beberapa paket sekaligus. Untuk melakukan instalasi biasanya harus digunakan user root.
Pada bagian berikut hanya akan diterangkan penggunaan RPM dengan menggunakan baris perintah.
Menginstal Paket
Untuk menginstal paket baru digunakan perintah RPM sebagai berikut:
# rpm i namapaket.rpm
yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan perintah diatas, nama file harus diketik dengan lengkap, perhatikan contoh berikut:
# rpm i ymessenger-0.99-11.i386.rpm
dengan menggunakan perintah diatas, paket akan diinstal tanpa mengeluarkan output apa-apa, untuk melihat paket apa saja yang diinstal, tambahkan parameter v (verbose) sehingga perintahnya akan menjadi seperti berikut:
# rpm iv ymessenger-0.99-11.i386.rpm
perintah diatas hanya akan menampilkan paket-paket yang diinstal, untuk dapat melihat proses instalasinya, tambahkan parameter h (hash), perintahnya akan menjadi sebagai berikut:
# rpm ivh ymessenger-0.99-11.i386.rpm
biasanya perintah terakhir diatas yang paling umum digunakan untuk melakukan instalasi. Untuk dapat melihat secara mendetail, file apa saja yang diinstal dalam sistem, gunakan perintah:
# rpm ivv ymessenger-0.99-11.i386.rpm
Instalasi paket RPM juga dapat dilakukan melalui network. RPM memiliki program FTP dan klien Web yang dapat digunakan untuk mengambil paket RPM di internet atau intranet. Jika sistem yang digunakan terhubung dalam sebuah jaringan internet atau intranet, dapat digunakan perintah berikut:
# rpm ivh ftp://ftp.redhat.com/path/namapaket.rpm
# rpm ivh http://di.intranet.com/path/namapaket.rpm
Memeriksa Paket Terinstal
RPM juga dapat digunakan untuk memeriksa paket yang sudah terinstal, hal ini digunakan untuk memeriksa apakah ada file yang berubah atau hilang karena adanya kesalahan sistem atau kerusakan harddisk, dapat pula digunakan untuk melacak adanya pengguna sistem yang tidak diinginkan yang mengacak-acak sistem. Untuk melakukannya, gunakan perintah:
# rpm V namapaket.rpm
parameter V diatas ditulis dengan menggunakan huruf besar, contoh:
# rpm V ymessenger-0.99-11.i386.rpm
atau untuk memeriksa semua paket RPM yang terinstal dalam sistem cukup gunakan perintah:
# rpm Va
perintah ini akan memeriksa dan mencocokkan MD5 sum, ukuran file, symbolic link, waktu modifikasi terakhir, device, user, grup dan hak akses.
Kadang perbedaan memang ada, seperti misalnya ketika kita mengedit sebuah file konfigurasi, tentunya akan ada perubahan ukuran dan waktu modifikasi jika diperiksa dengan menggunakan perintah diatas.
Tetapi biasanya file binary tidak berubah, jadi harus diwaspadai ketika ada perubahan pada file /bin/login, kemungkinan sistem tersebut sudah pernah dimasuki oleh orang-orang yang tidak diinginkan.
Mengupgrade Paket
Untuk melakukan upgrade versi baru pada paket yang sudah terinstal, digunakan perintah:
# rpm Uvh namapaket.rpm
perlu diperhatikan bahwa parameter U harus ditulis dengan huruf besar, contohnya sebagai berikut:
# rpm Uvh ymessenger-0.99-11.i386.rpm
perintah diatas tetap akan menginstal paket walaupun sebelumnya paket tersebut tidak ada. Untuk mengupgrade hanya paket yang sudah ada di dalam sistem, gunakan perintah berikut:
# rpm Fvh ymessenger-0.99-11.i386.rpm
Mendowngrade Paket
Ada kalanya paket RPM yang baru tidak berjalan dengan baik karena masih memiliki bug ataupun hal lainnya sehingga harus dikembalikan ke versi lamanya, untuk memasang versi lama tersebut ke dalam sistem digunakan perintah berikut:
# rpm Uvh -oldpackage namapaket.rpm
contohnya adalah sebagai berikut:
# rpm Uvh -oldpackage ymessenger-0.99-11.i386.rpm
Menghapus Paket
Kadang ada paket yang sudah tidak digunakan dan akan dihapus dari sistem, untuk itu gunakan perintah:
# rpm e namapaket
misalnya:
# rpm e ymessenger
kadang ada paket lain yang membutuhkan file dari paket yang akan dihapus, jika ini terjadi, maka perintah diatas akan mencetak pesan kesalahan, untuk memaksa supaya paket tersebut tetap dihapus, gunakan parameter –nodeps, sehingga perintahnya menjadi seperti berikut:
# rpm e –nodeps ymessenger
Melihat Paket Terinstal
Untuk melihat paket apa saja yang sudah ada di dalam sistem digunakan perintah:
# rpm -qa
ketika perintah tersebut dijalankan, maka akan dicetak seluruh paket RPM yang terinstal di dalam sistem, untuk menampilkan hanya paket tertentu saja, perintah ini dapat digabungkan dengan perintah grep, misalnya untuk mencari paket yang mengandung kata ftp, perintahnya:
# rpm qa | grep ftp
karakter pipe (|) digunakan untuk memasukkan hasil dari perintah di sebelah kiri sebagai inputan untuk perintah di sebelah kanannya.
Melihat Daftar File dalam suatu Paket
Untuk melihat daftar file yang ada dalam sebuah paket RPM, gunakan perintah berikut:
# rpm ql namafile.rpm
contohnya:
# rpm ql ymessenger-0.99-11.i386.rpm
perintah diatas akan menampilkan daftar file yang ada dalam sebuah paket RPM.
Melihat Deskripsi Paket Terinstal
Untuk melihat deskripsi paket yang sudah terinstal dalam sistem, gunakan perintah:
# rpm qi namapaket.rpm
contohnya:
# rpm qi ymessenger-0.99-11.i386.rpm
Melihat Asal Paket dari suatu File
Untuk melihat asal paket dari sebuah file yang sudah terinstal di dalam sebuah sistem, gunakan perintah:
# rpm q –whatprovides /path/ke/file/namafile
contohnya:
# rpm q –whatprovides /opt/ymessenger/bin/ymessenger
Melihat Kebutuhan sebuah Paket
Untuk melihat sebuah paket RPM membutuhkan paket RPM apa saja untuk dapat berjalan, gunakan perintah:
# rpm qR namapaket.rpm
atau untuk paket yang belum terinstal, gunakan perintah:
# rpm qpR namapaket.rpm
contohnya:
# rpm qR ymessenger-0.99-11.i386.rpm
Masalah yang Sering Terjadi
Masalah yang sering terjadi dalam menggunakan RPM adalah ketergantungan suatu paket dengan paket yang lainnya, misalnya ketika menginstal paket A, ternyata paket A membutuhkan paket B, tetapi RPM akan memberitahu nama paket atau program yang diperlukan.
Catatlah nama paket atau program yang dibutuhkan tersebut, kemudian cari pada CD distribusinya, cari paket dengan nama yang mirip dengan nama paket atau program yang diperlukan tersebut. Ada kalanya paket yang diperlukan tersebut memerlukan paket lainnya lagi, sehingga proses ini mungkin akan menjadi panjang.
Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan situs RPMFind (http://www.rpmfind.net) atau RPMBone (http://rpm.pbone.net), ketikkan nama paket atau program yang diperlukan pada halaman utama situs tersebut, hasil pencarian akan menampilkan paket-paket yang berhubungan dengan paket yang dicari.
Situs tersebut juga dapat menampilkan informasi kebutuhan paket dari suatu paket RPM. Sesudah diketahui paket apa saja yang diperlukan, paket tersebut dapat di download pada situs tersebut atau dapat dicari pada CD distribusinya.
Kadang dapat terjadi juga paket-paket yang saling membutuhkan, misalnya syarat untuk paket A dapat diinstal adalah paket B, tetapi ketika paket B akan diinstal, dia membutuhkan paket A. hal ini dapat diatasi dengan menggunakan parameter –nodeps, contohnya:
# rpm ivh –nodeps namapaket.rpm
Kadang juga dapat terjadi sebuah paket dengan versi yang sama atau lebih baru dilaporkan sudah terinstal, padahal paket tersebut belum terinstal, gunakan parameter force untuk memaksa instalasi paket tersebut:
# rpm ivh –force namapaket.rpm
Hati-hati dalam menggunakan parameter –nodeps dan –force karena kadang hal tersebut akan menyebabkan program tidak berjalan dengan baik.
Kadang sebuah paket gagal diinstal karena library yang ada di dalam sistem memiliki versi yang lebih baru daripada library yang diperlukan oleh paket tersebut. Hal ini biasanya dapat diatasi dengan membuat sebuah link (shortcut) dari library yang ada dalam sistem tersebut dengan nama yang sama dengan library yang diperlukan oleh paket yang akan diinstal. Misalnya sebuah paket RPM memerlukan library yang bernama library.so.3, sedangkan library yang ada di dalam sistem adalah library.so.4 (versi yang lebih baru), untuk itu buat sebuah link dengan perintah sebagai berikut:
# ln -s /usr/lib/library.so.3 /usr/lib/library.so.4
Perintah diatas akan membuat sebuah file yang bernama library.so.3 yang merupakan link ke file library.so.4.
Setelah itu coba instal sekali lagi paket RPM tersebut. Jika library yang ada di dalam sistem memiliki versi yang lebih lama, maka library tersebut sebaiknya di upgrade. Masalah lain lagi yang jarang terjadi adalah masalah versi RPM, pada distribusi Linux versi lama, RPM yang digunakan adalah RPM versi 3 sedangkan dalam distribusi Linux yang baru, digunakan RPM versi 4. Paket yang dibuat dengan menggunakan RPM versi 4 tidak dapat dibuka pada RPM versi 3. Jika hal ini terjadi, hal yang dapat dilakukan adalah mengupgrade RPM yang ada di dalam sistem tersebut dengan RPM versi 4.
Menggunakan Midnight Commander
Midnight Commander atau sering disingkat dengan mc, adalah sebuah file manager yang berjalan di dalam Linux, paket ini sering terdapat pada distribusi-distribusi Linux yang ada. Jalankan program ini dengan mengetikkan perintah mc, setelah itu anda dapat membuka sebuah paket RPM seperti anda membuka sebuah direktori. Anda juga dapat mengkopi sebuah file dari sebuah paket RPM dengan menggunakan mc.
Lebih Lanjut dengan RPM
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang RPM, dapat digunakan bahan berikut:
- Gunakan perintah rpm h untuk mempelajari dasar-dasar RPM.
- http://www.rpm.org, disini dapat ditemukan buku Maximum RPM yang dapat di download dengan gratis.
- Gunakan RPMFind (http://www.rpmfind.net) atau RPMBone (http://rpm.pbone.net) untuk mencari paket-paket RPM yang diperlukan dengan mudah.
source : http://www.konsultanlinux.com/article.php?story=20030805104558135
Menginstal Aplikasi dalam Linux
September 12, 2006
Kadang program yang kita perlukan tidak terdapat dalam distro yang terpasang dalam komputer kita. Untuk itu kita harus melakukan instalasi supaya kita dapat menggunakan aplikasi tersebut. Janganlah takut terlebih dahulu, karena menginstal aplikasi di dalam Linux relatif mudah.
Dalam tulisan kali ini penulis akan mencoba untuk menuliskannya secara langkah per langkah.
Baca Dokumentasi
Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah membaca dokumentasi dari aplikasi yang akan kita instal. Biasanya dokumentasi tersebut dapat dibaca pada homepage yang menyediakan aplikasi tersebut.
Download Program
Setelah mendapat gambaran file apa yang perlu di download, versi yang sesuai dengan distro kita, dan lain-lain, maka program yang kita inginkan dapat di download.
Instalasi Paket RPM
Jika aplikasi yang kita download dalam bentuk RPM, biasanya proses instalasi relatif lebih mudah untuk dilakukan. Untuk melakukan instalasi gunakan perintah:
# rpm ivh namapaket.rpm
untuk keterangan lengkap mengenai penggunaan RPM, dapat dibaca pada artikel lain pada situ ini yang khusus membahas tentang RPM.
Instalasi Paket non-RPM
Selain dalam bentuk RPM, kadang paket aplikasi tersebut juga berupa file terkompresi (*.tar.gz atau *.bz2), untuk itu sebelum melakukan instalasi, terlebih dahulu paket tersebut harus di dekompres. Untuk file berakhiran *.tar.gz, gunakan perintah:
# tar xzvf namapaket.tar.gz
sedangkan file berakhiran *.tar.bz2 diekstrak menggunakan perintah:
# tar xjvf namapaket.tar.bz2
Sebagian besar paket aplikasi tersebut menyertakan file README dan INSTALL yang berisi petunjuk mengenai aplikasi tersebut dan bagaimana cara instalasinya. Ada baiknya file tersebut dibaca. Secara umum, langkah instalasi dibagi menjadi tiga bagian, pertama script yang disertakan dalam paket aplikasi akan mendeteksi secara otomatis setting yang terdapat pada komputer. Untuk melakukan proses tersebut gunakan perintah:
# ./configure
kesalahan biasa terjadi ketika ada fasilitas yang diperlukan oleh program belum tersedia pada komputer. Setelah proses ini selesai, langkah kedua adalah proses kompilasi, untuk menjalankannya, perintahnya:
# make
langkah terakhir adalah melakukan instalasi dari program yang sudah di kompile tersebut, perintahnya:
# make install
setelah langkah diatas selesai, program telah dapat digunakan. Akhir kata penulis mengucapkan selamat mencoba.
source : http://www.konsultanlinux.com/article.php?story=20030826180523250
Upgrade Kernel Linux versi 2.4 ke versi 2.6
September 12, 2006
Wednesday, July 05 2006 @ 10:28 WIT
Contributed by: irvan
Views: 181
Meski tutorial melakukan upgrade kernel linux dari versi kernel 2.4 ke versi 2.6 telah banyak yang menulisnya di internet. Namun tetap saja banyak teman-teman yang menemukan kesulitan untuk melakukan upgrade tersebut. Mungkin dikarenakan kendala kemampuan mengartikan tutorial yang kebanyakan ditulis dalam bahasa inggris, menyebabkan tidak sedikit dari mereka mengalami error ketika melakukan upgrade kernel.
Untuk itu saya mencoba menulis kembali tutorial ini dengan menggunakan bahasa yang mudah-mudahan dapat dimengerti oleh teman-teman semua, khususnya penghuni milis kelas-linux yang saya motori, serta siswa-siswa kursus yang saya ajari.
Baik lah saya akan coba memulai tutorial ini
Sebelum melakukan kegiatan upgrade, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan diantaranya, adalah:
- Download module-init-tools yang terbaru dari http://www.kernel.org/pub/linux/utils/kernel/module-init-tools/
- Download source code kernel versi 2.6 terbaru dari http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/
Untuk apa kita harus mendownload module-init-tools yang terbaru? Mengapa tidak cukup dengan source kernel 2.6 yang terbaru? Toh tujuan kita hanya melakukan upgrade kernel?
Well, perlu diketahui bahwa kernel versi 2.6 memiliki cara yang berbeda untuk meload modul kernel. Untuk itu diperlukan tool untuk meload modul kernel yang compatible dengan kernel yang baru. Beberapa distro lawas menggunakan module-init-tools versi lama yang belum compatible dengan kernel 2.6. Jika dipaksakan menggunakan module-init-tools bawaan distro tersebut, maka kita akan menemukan kendala ketika system mencoba meload modul kernel. Itulah alasan kenapa kita harus melakukan upgrade module-init-tools jika kita menggunakan distro lawas.
Setelah source module-init-tools yang terbaru telah kita download, ekstrak source module-init-tools tersebut, baca manual instalasinya, compile dan install:# tar -jxvf module-init-tools-3.2.tar.bz2
# cd moudule-init-tools-3.2
# ./configure --prefix=/
# make moveold
# make
# make install
# ./generate-modprobe.conf /etc/modprobe.conf
# cp modprobe.devfs /etc
Jika tidak terdapat error, itu artinya kita dapat melaju ke langkah berikutnya yaitu melakukan upgrade kernel.
Agar source code kernel yang anda download tidak berserakan di berbagai direktori, ada baiknya anda mengcopy source code kernel tersebut ke dalam direktori /usr/src/. Setelah itu anda dapat melanjutkan proses ekstrak kernel, konfigurasi kernel, compile, install dan reboot ![]()
Berikut langkah-langkah yang dapat anda lakukan.
#cp linux-2.6.17.tar.bz /usr/src(Perintah ini optional jika anda ingin membuat kernel secara generic)
#cd /usr/src
#tar -jxvf /usr/src/linux-2.6.17.tar.bz
#ln -s linux-2.6.17 linux
#cd linux
#make allmodconfig
#make menuconfig (Perintah ini optional, jika anda ingin membuat kernel sesuai kebutuhan
#make all module_install install
#reboot
Ketika komputer telah restart, pastikan anda memilih kernel terbaru pada menu boot loader.
Demikian saja, tutorial sederhana ini.Cukup mudah kan?
source : http://www.irvan.or.id/article.php?story=upgradekernel
Resize partisi ext3 menggunakan resize2fs
September 12, 2006
Sebelum meresize ukuran partisi, pastikan bahwa partisi yang akan kita
resize berada di urutan
terakhir dari tabel partisi.misal:
[root@station8 ~]# fdisk -l
Disk /dev/hda: 41.1 GB, 41110142976 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 4998 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 1 13 104391 83 Linux
/dev/hda2 14 523 4096575 83 Linux
/dev/hda3 524 588 522112+ 82 Linux swap
/dev/hda4 589 4998 35423325 5 Extended
/dev/hda5 589 626 305203+ fd Linux raid autodetect
/dev/hda6 627 664 305203+ fd Linux raid autodetect
/dev/hda7 665 702 305203+ fd Linux raid autodetect
/dev/hda8 703 739 297171 8e Linux LVM
/dev/hda9 740 776 297171 8e Linux LVM
/dev/hda10 777 813 297171 8e Linux LVM
/dev/hda11 814 838 200781 83 Linux
pada kasus ini, yang akan dan bisa di resize hanya partisi terakhir,
yaitu: /dev/hda11
di bawah akan di jelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk meresize.
1. unmount partisi yang akan di resize
umount /dev/hda11
2. gunakan fdisk untuk mempartisi hard-disk.
fdisk /dev/hda
3. tekan tombol ‘d’ (tanpa tanda kutip pada prompt yang tampil)
Command (m for help): <<<<< tekan tombol ‘d’ (tanpa tanda kutip)
4. pilih partisi yang akan dihapus. pada kasus ini nomor partisinya adalah 11
Partition number (1-11): <<<< masukkan angka ‘11′ (tanpa tanda kutip)
5. akan tampil prompt awal. tekan tombol ‘n’ (tanpa tanda kutip) untuk
membuat partisi baru.
Command (m for help): <<<<< tekan tombol ‘n’ (tanpa tanda kutip)
6. akan tampil layar baru untuk menentukan awal partisi. tekan tombol
[ENTER] disini.
First cylinder (814-4998, default 814): <<<< gunakan nilai
default, tekan [ENTER]
7. selanjutnya, masukkan besar partisi baru yang kita inginkan.
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (814-4998, default
4998): <<< masukkan disini
catatan: untuk besar partisi, bisa kita isi dengan nilai yg
kita inginkan dalam byte,
kilobyte, atau megabyte. misal kita ingin besar
partisi baru adalah 2 GB, maka
masukkan nilai: +2000M (perhatikan tanda ‘+’ didepannya).
8. akan tampil layar prompt awal. tekan tombol ‘w’ untuk menyimpan
tabel partisi, sekaligus
keluar dari fdisk.
Command (m for help): <<<<< tekan tombol ‘w’ disini (tanpa tanda kutip).
9. sekarang, jika sudah selesai proses partisi, kembali ke shell
prompt. ketikkan ‘partprobe’
disini.
[root@station8 ~]# partprobe << catatan, lakukan 3-4 kali,
berulang-ulang perintah ini.
10. sebelum melakukan resizing, lakukan e2fsck untuk memeriksa
konsistensi partisi.
[root@station8 ~]# e2fsck -f /dev/hda11
11. setelah itu, ketikkan: resize2fs /dev/hda11
[root@station8 ~]# resize2fs /dev/hda11
12. mount ulang partisi yg baru di resize. misal:
[root@station8 ~]# mount /dev/hda11 /blah
13. proses selesai. periksa pada mount point /blah/, apakah ada file
yg hilang atau tidak.
[root@station8 ~]# ls -lh /blah/
14. cek juga ukuran partisi sekarang, apakah telah berubah atau belum.
[root@station8 ~]# df -h
source : http://qeyz.blogspot.com/
Instalasi Java di Ubuntu
September 12, 2006
Instalasi Java di Ubuntu
Pengirim Andi Darmawan
Di IRC (#ubuntu di irc.freenode.net) banyak yang menanyakan bagaimana menginstal Java di Ubuntu, baik itu J2RE atau J2SDK. Disini saya coba memberikan langkah-langkah instalasi Java di Ubuntu dengan bahasa Indonesia. ![]()
Instalasi JDK
Pertama, ambil jdk versi terbaru. Pada saat penulisan ini, versi terbaru adalah jdk-1_5_0_05-linux-i586.bin. Pastikan untuk mengambil yang .bin bukan yang .rpm, dan jangan mengambil yang menjadi satu dengan netbeans.
Lalu, dengan menggunakan synaptic atau apt-get atau aptitude, instal paket java-package, paket ini secara otomatis juga akan menginstal paket fakeroot jika belum terinstal. Contoh:
sudo apt-get install java-package
Paket java-package berada di repositories multiverse, jadi anda harus menyalakan repositories multiverse dengan cara merubah file /etc/apt/sources.list dan tambahkan 2 baris ini:
deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu breezy multiverse
deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu breezy multiverse
Setelah merubah file /etc/apt/sources.list lakukan update dengan cara sudo apt-get update
Dan setelah menginstal paket java-package, buat paket debian dari file jdk yang sudah diambil dengan cara:
fakeroot make-jpkg jdk-1_5_0_05-linux-i586.bin
Catatan: jangan menggunakan sudo ketika mengeksekusi perintah di atas, walaupun akan keluar pesan-pesan kesalahan seperti permission denied.
Hasil dari perintah di atas akan menghasilkan sebuah file yaitu sun-j2sdk1.5_1.5.0+update05_i386.deb. Sekarang file ini sudah bisa diinstal dengan menggunakan dpkg. Contoh:
sudo dpkg -i sun-j2sdk1.5_1.5.0+update05_i386.deb
Setelah selesai, untuk mengetes apakah instalasi sudah berhasil atau tidak, ketikkan java -version akan tampil seperti ini:
java version "1.5.0_05"
Java(TM) 2 Runtime Environment, Standard Edition (build 1.5.0_05-b05)
Java HotSpot(TM) Client VM (build 1.5.0_05-b05, mixed mode, sharing)
Instalasi JRE
Untuk instalasi JRE hampir mirip dengan instalasi JDK hanya saja yang harus diambil adalah jre-1_5_0_05-linux-i586.bin.
Lakukan instalasi paket java-package dengan:
sudo apt-get install java-package
Buat paket debian dari jre-1_5_0_05-linux-i586.bin menjadi sun-j2re1.5_1.5.0+update05_i386.deb dengan cara:
fakeroot make-jpkg jre-1_5_0_05-linux-i586.bin
Catatan: jangan menggunakan sudo ketika mengeksekusi perintah di atas, walaupun akan keluar pesan-pesan kesalahan seperti permission denied.
Lalu instal sun-j2re1.5_1.5.0+update05_i386.deb dengan cara:
sudo dpkg -i sun-j2re1.5_1.5.0+update05_i386.deb
Untuk mengetes instalasi ketikkan java -version dan akan tampil seperti ini:
java version "1.5.0_05"
Java(TM) 2 Runtime Environment, Standard Edition (build 1.5.0_05-b05)
Java HotSpot(TM) Client VM (build 1.5.0_05-b05, mixed mode, sharing)
Catatan:
jika hasil dari java -version tampil seperti ini:
java version "1.4.2"
gij (GNU libgcj) version 4.0.2 20050808 (prerelease) (Ubuntu 4.0.1-4ubuntu9)Copyright (C) 2005 Free Software Foundation, Inc.
This is free software; see the source for copying conditions. There is NO
warranty; not even for MERCHANTABILITY or FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE.
Lakukan perintah di bawah ini agar Java dari Sun yang menjadi default:
sudo update-alternatives --config java
Ketika anda menjalankan perintah di atas, akan keluar pilihan. Pilih angka yang ada di depan /usr/lib/j2sdk1.5-sun/bin/java atau /usr/lib/j2re1.5-sun/bin/java
source : http://ubuntulinux.or.id/blog/?p=8
TARBALLS
September 12, 2006
Pengantar
Tulisan ini murni saduran bebas dariku dengan bahasa sendiri, pertama-tama tujuan aku membuat tulisan ini hanya sebagai pengingat (kebiasaanku
),karena aku merasa kalo hanya membaca tanpa melakukan hal yang lebih membuat melekat di otak maka itu akan hilang segera. Ttulisan ini selain untuk memudahkan aku untuk mempelajarinya dan tentu juga untuk memaksa aku mengingat dengan mengetikkannya
. dan ada baiknya juga aku publikasikan .. hehehhe
makasih buat z3r0byt3 atas anjuran e-booknya
Mengapa menggunakan tarballs bukan RPMs ?
- RPM (redhat package manager) adalah suatu cara yang digunakan dalam mendistribusikan packet/software sehingga mudah di install,upgrade, dan dihapus.
- “Tarballs” adalah standar pendistribusian packet yang digunakan di dunia *nix. tarballs adalah file -file yang di ‘kompresi’ secara sederhana yang dapat di baca dan di ‘unkompresi’ dengan penggunaan ‘tar’
Melakukan installasi atau upgrade menggunakan ‘tar’ biasanya sedikit lebih menjemukan dibandingkan menggunakan RPM. tetapi mengapa kita memilih sebaliknya?
- Tarbal lebih cepat di rilis, Para pengembang pertama kali merilis suatu software/packet instalasi ataupun upgrade biasanya dalam bentuk ‘tarballs’, sehingga lebih cepat di rilis dibandingkan RPM yang harus menunggu relatif lebih lama dikarenakan butuh waktu untuk mengkonversi paket tersebut ke RPM.
- Tarball bisa jadi lebih sesuai dengan keinginan kita, saat RPM terbaru dirilis oleh pengembang dan vendor, mereka memasukkan semua pilihan yang bisa jadi tidak diperlukan/dibutuhkan oleh anda.Karena para pengembang memperuntukkan secara general untuk semua user, yang berarti memasukkan semua pilihan-pilihan.
- Tarball bisa jadi lebih sesuai dengan konfigurasi mesin anda, Karena biasanya RPM yang di buat didasarkan pada PC standar sehingga tidak menyesuaikan dengan konfigurasi sistem anda, semisal dengan processor anda.
Perintah umum yang digunakan untuk membongkar file tar.gz
# tar -zxpf y3dips.tar.gz
-z memberitahukan bahwa arsip tersebut di kompresi dengan gzip utility
-x memberitahukan untuk mengekstark file yang ada pada arsip
-p mengatur permission terhadap file yang telah di ekstrak
-f memberitahukan bahwa argument terakhir adalah nama file
perintah umum pada saat penginstallan paket tar.gz
# ./configure # make # make install
./configure akan mengkonfigurasikan software untuk memastikan bahwa sistem memiliki libraries yang di butuhkan agar kompilasi yang akan dilakukan dapat berhasil.
make akan mengkompile semua ’source file’ menjadi file binari yang dapat di eksekusi.
make install akan menginstall file binari dan file pendukung lainnya ketempat yang telah di tentukan.
selain 3 perintah tersebut maka ada kalanya ditemukan perintah selanjutnya, yaitu:
# make depend # strip # chown
make depend yang akan membangun dan membuat ketergantungan yang diperlukan terhadap file file lainnya
strip akan mengabaikan semua simbol yang terdapat dalam file-file objek. Sehingga dapat memperkecil ukuran file binari.akan menambah kemampuan dari program, dikarenakan sedikitnya baris yang akan di baca oleh sistem saat mengeksekusi file binari tersebut
chown akan mengatur kepemilikan terhadap file yang akan berhubungan dengan permission terhadap file (chmod)
PENUTUP
Semoga pembahasan mengenai tarball yang singkat ini dapat memberikan manfaat khususnya aku yang sedang belajar dan bagi kita semua umumnya, Tulisan ini ditujukan untuk pembelajaran semata sehingga sangat diharapkan kritik dan sarannya. Apabila banyak kekurangan pada tulisan ini harap dimaklumi.
REFERENSI
1. [Mourani, Gerhard], ” Securing and optimizing Linux: the ultimate solution” Version II ,Open Network Architecture, Inc,06 Oct 2001.
*greetz to:
[echostaff a.k.a moby, the_day, comex ,z3r0byt3 ,netrat] && puji* anak anak newbie_hacker,$peci@l temen2 seperjuangan
source : http://www.konsultanlinux.com/article.php?story=20040224154147847
wget (tools download pada linux)
September 12, 2006
wget (tools download pada linux)
WGET (tools download pada linux)
by :de^wa
e-mail :madi@linuxmail.org
Wget pertama kali dirilis pada tahun 1995 oleh Hrvoje Niksic dirlis dibawah lisensi GNU (general public license).
Mungkin sudah banyak para pembaca yang mengetahui tentang wget, tapi masih banyak yang yang belum mengetahui opsi-opsi tentang wget, dan belum memanfaatkan opsi-opsi tersebut secara maksimal.
Keunggulan/Kelebihan yang dimiliki wget :
- Gratis.
- Non interaktif
- Mirorring
- Resume
- Dukungan ekstensi file
Pemakaian umumnya pasti sudah banyak yang mengetahui yaitu : WGET [URL]
Dan untuk menjalan kan dengan opsinya adalah : WGET [OPTIONS] [URL].
Opsi-opsi wget:
# -t (tries)
dengan opsi -t ini wget akan selalu mencoba apabila koneksi anda terputus-putus biasa nya di ikuti angka sperti wget -t45 [URL]. Maka wget akan mencoba sebanyak 45 kali.
# -c (continue)
Dengan opsi ini jika download anda terputus di tengah-tengah maka wget akan mendownload dari titik putus, wget tidak akan mendownload dari awal lagi.
# -r (recursive)
Opsi -r akan mendownload seluruh isi situs, -r akan membuat wget menelusuri seluruh link. Opsi ini bermanfaat apabila anda membuat mirror sebuah site.
# -p (page requisite)
Opsi ini akan memerintah kan wget untuk mendownload halaman depan sebuah situs lengkap dengan gambar dan semua yang ada pada halaman depan situs tersebut.
# -k (converts links)
opsi ini penting digunakan apabila kita membuat mirror sebuah situs agar bisa di browse offline.
# -A (accept list)
opsi ini biasanya selalu di ikuti dengan nama file yang ingin kita download contohnya:
$ wget -r -A gif,jpg,jpeg [URL]
dengan command diatas maka wget akan mendownload semua file gif, jpg dan jpeg yang terdapat pada suatu site.
# -R (reject List)
Opsi -r berbeda dengan opsi -r (recursive). -R adalah kebalikan dari -A. cotoh :
$ wget -r -k -R gif [URL]
wget tidfak akan mendownload file gif tersebut.
# -np(no parent)
dengan opsi ini -r tidak akan menelusuri keatasa path. Contoh :
$ wget -r -k -np www.aku-ganteng-lo.com/guanteng
maka wget akan mengambil seluruh file di www.aku-ganteng-lo.com/guanteng tpi tidak mengambil file di section lain.
# -nc (no clobber)
opsi ini merupakan kebalikan dari -c (continue). Jika -c mendownload dari titik putus maka untuk -nc mendownload file tanpa mengganggu file yang sudah setengah download.
# -o
Opsi -o berguna untuk mendownload file dan disimpan dalam file tertentu contoh:
$ wget-o akuguanteng.txt [URL].
Masih banyak lagi opsi-opsi lain seperti -I, -b, -S -m, -x, -q dan lain lain. Untuk informasi lebih lanjut silahkan baca di manual wget. atau dengan mengetikkan wget –help
Sumber:
1. MW magazine
2. elektroindonesia magazine
source : http://www.konsultanlinux.com/article.php?story=20031228160642401
Mengatur Hak Akses di Linux
September 7, 2006
Hak Akses dalam Linux
Sebelum melangkah lebih jauh mengenai penggunaan perintah diatas, sebelumnya perlu dijelaskan terlebih dahulu mengenai hak akses di dalam Linux.
Setiap file dan direktori yang ada dalam sistem linux memiliki tiga buah hak akses, satu untuk user itu sendiri, kemudian untuk user dalam grup yang sama dengan pemilik file dan yang terakhir untuk user lainnya.
Anda dapat melihat hak akses sebuah file dengan menggunakan perintah ls l, perhatikan contoh dibawah ini:
-rw-rw-r-- 1 postgres postgres 41527 Jul 12 2001 summary.pdf drwxrwxr-x 2 postgres postgres 4096 Sep 20 2002 Suse -rw-r--r-- 1 root root 4935 Aug 23 2001 T123456.log -rw-r--r-- 1 postgres postgres 13335 Apr 10 17:04 tchart2.java
Karakter pertama menunjukkan jenisnya, jika berisi karakter d, berarti itu adalah direktori sedangkan jika kosong berarti file. Sembilan karakter berikutnya menunjukkan hak aksesnya, dengan tiga karakter pertama menunjukkan hak akses untuk user tersebut, tiga karakter berikutnya menunjukkan hak akses untuk grup nya dan tiga karakter terakhir menunjukkan hak akses untuk user lain.
Masing-masing arti karakter tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
| Karakter | Arti | Nilai |
| r (read) | Hak akses untuk membaca | 4 |
| w (write) | Hak akses untuk menulis | 2 |
| x (exec) | Hak akses untuk menjalankan | 1 |
Dengan mengkombinasikan nilai pada masing-masing hak akses tersebut, akan didapatkan hak akses masing-masing, perhatikan tabel berikut:
| Hak Akses | Nilai | Arti |
| — | 0 | Tidak memiliki hak akses (tidak dapat di akses) |
| r– | 4 | Dapat dibaca dan ditulis (diedit) |
| rw- | 6 | Dapat dibaca dan ditulis (diedit) |
| rwx | 7 | Dapat dibaca, ditulis dan dieksekusi (dijalankan) |
| r-x | 5 | Dapat dibaca dan dijalankan, tetapi tidak dapat diedit |
| –x | 1 | Hanya dapat dijalankan |
Berikut contoh penerapannya:
| Hak Akses | Nilai | Arti |
| -rw——- | 600 | Pemilik memiliki hak akses baca dan tulis, sedangkan orang lain tidak memiliki hak akses apapun. Set dengan hak akses ini supaya file anda tidak dapat dibaca orang lain, biasanya digunakan untuk file-file dokumen |
| -rw-r–r– | 644 | Pemilik memiliki hak akses baca dan tulis sedangkan orang lain hanya dapat membaca saja. Gunakan hak akses ini jika anda ingin orang lain dapat membaca file anda |
| -rw-rw-rw- | 666 | Dengan hak akses ini, orang lain juga akan dapat membaca dan merubah file anda |
| -rwx—— | 700 | Pemilik dapat membaca, menulis dan menjalankan file ini, hak akses ini yang biasanya digunakan untuk menjalankan program |
| -rwxr-xr-x | 755 | Pemilik memiliki hak akses baca, tulis dan menjalankan file ini, sedangkan orang lain hanya dapat membaca dan menjalankan file tersebut |
| drwx—— | 700 | Hanya pemilik yang dapat mengakses, membaca dan menulis pada direktori tersebut. Setiap direktori harus memiliki hak akses x untuk dapat diakses |
| drwxr-xr-x | 755 | Isi direktori ini hanya dapat dirubah oleh pemilik, tetapi orang lain dapat membaca isi direktori tersebut |
Menggunakan Perintah chmod
Untuk menggunakan chmod, perintahnya adalah:
# chmod hakakses namafile
misalnya:
# chmod 644 coba.txt
perintah tersebut akan mengubah hak akses file coba.txt menjadi seperti berikut:
-rw-r--r-- 1 postgres postgres 41527 Jul 12 2001 coba.txt
Untuk mengganti hak akses sebuah direktori beserta dengan isinya, gunakan parameter R, dengan parameter tersebut, chmod akan dijalankan secara rekursif, misalnya seluruh file yang ada pada direktori /home/user/public_html akan dirubah hak aksesnya menjadi 755, maka perintahnya adalah sebagai berikut:
# chmod R 755 /home/user/public_html
Menggunakan Perintah chown
Perintah chown digunakan untuk mengganti pemilik sebuah file, perintah ini hanya dapat digunakan oleh user root. Perintah ini hanya dapat digunakan oleh user root. Perintahnya adalah sebagai berikut:
# chown namauser.namagrup namafile
misalnya:
# chown user.user coba.txt
perintah chown juga dapat digunakan dengan menggunakan parameter R, contohnya adalah sebagai berikut:
# chown R apache.apache /var/www/html
Perintah chattr
Seringkali secara tidak sengaja kita menghapus atau mengedit sebuah file penting, di dalam Linux tidak ada fasilitas undelete, jadi file yang telah terhapus tidak dapat dikembalikan lagi.
Perintah (program) chattr digunakan untuk melindungi sebuah file sehingga tidak akan dapat dihapus ataupun dirubah dengan perintah apapun. Perintah chattr memberikan atribut i pada file yang dilindungi, perintahnya:
# chattr +i namafile
misal:
# chattr +i penting.txt
setelah perintah tersebut dijalankan, gunakan perintah ls l untuk melihat hasilnya:
jika suatu ketika file ini akan diedit atau dihapus, terlebih dahulu atribut diatas harus dilepas, untuk melepasnya gunakan perintah berikut:
# chattr i namafile
Akhir kata penulis mengucapkan selamat mencoba, semoga tulisan ini berguna bagi para pembaca sekalian.
source http://www.konsultanlinux.com/article.php?story=20030806090646319